Perbandingan Gula Pasir dan Pemanis Non-Kalori: Manfaat, Risiko, dan Dampaknya terhadap Kesehatan Manusia

Penulis

  • Elma Sulistiya
  • Novi Indah
  • Filias Kusuma

Kata Kunci:

gula pasir, pemanis non-kalori, kesehatan, obesitas, diabetes melitus

Abstrak

Peningkatan konsumsi gula tambahan secara global telah dikaitkan dengan meningkatnya prevalensi obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit hati berlemak non-alkohol (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD), dan karies gigi. Sebagai alternatif, industri pangan mengembangkan berbagai pemanis non-kalori yang diharapkan mampu memberikan rasa manis tanpa meningkatkan asupan energi. Namun, efektivitas dan keamanan pemanis non-kalori masih menjadi perdebatan karena hasil penelitian menunjukkan temuan yang beragam. Artikel review ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik gula pasir dan pemanis non-kalori serta mengkaji manfaat, risiko, dan dampaknya terhadap kesehatan manusia berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah berupa systematic review, meta-analysis, randomized controlled trials (RCT), studi kohort, serta pedoman dari organisasi kesehatan dan otoritas keamanan pangan internasional yang diterbitkan terutama pada periode 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih berhubungan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit metabolik, sedangkan pemanis non-kalori dapat membantu mengurangi asupan energi dan mendukung pengendalian glikemik apabila digunakan sebagai pengganti gula. Meskipun demikian, bukti mengenai pengaruhnya terhadap berat badan, mikrobiota usus, dan risiko penyakit kronis masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, terutama pada studi observasional. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis pemanis, dosis, lama konsumsi, desain penelitian, serta faktor individu. Oleh karena itu, pemanis non-kalori sebaiknya digunakan sesuai rekomendasi dan batas Acceptable Daily Intake (ADI) sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai solusi tunggal dalam pencegahan penyakit metabolik.

Unduhan

Diterbitkan

07-08-2026